Nona Rahadian :D
why so serious
Oktober 17, 2011
POSISI TIDUR YANG BAIK BAGI KESEHATAN -Seperti dikutip dari laman Shine, bahwa posisi tidur mempengaruhi kesehatan bila dilakukan secara salah. Oleh karena itu, saya akan membahasa posisi tidur seperti apakah yang baik bagi kesehatan. Baiklah langsung saja, ini dia beberapa posisi tidur yang baik!
Telentang
Selain menghindari sakit di area leher dan punggung, posisi ini juga dapat meredam masalah di perut. Gunakan bantal dengan ketebalan sedang untuk menyangga kepala agar kerongkongan lebih tinggi dari posisi perut. Ini efektif mencegah asam lambung.
Tak adanya gesekan tubuh bagian depan ke bantal atau kasur juga membantu mencegah keriput di wajah dan payudara. Namun, posisi ini tidak baik untuk mereka yang memiliki kebiasaan mendengkur.
Tidur dengan punggung menempel sempurna di kasur memudahkan kepala, leher, dan tulang belakang untuk mempertahankan posisi netral. Posisi ini menjaga bentuk tulang punggung agar tak melengkung.
Miring
Posisi ini juga efektif menghindari sakit leher dan punggung, mencegah produksi asam lambung, sekaligus meredam dengkuran. Posisi ini juga sangat baik untuk wanita yang tengah mengandung karena akan memperlancar aliran darah.
Namun, posisi ini tidak bersahabat bagi elastisitas kulit wajah dan payudara. "Gesekan salah satu sisi wajah ke bantal bisa memicu keriput, juga tekanan payudara yang tak seimbang mengganggu elastisitasnya," kata Dee Anna Glaser, MD, seorang profesor dermatologi di Saint Louis University.
"Gunakan bantal yang bisa mengisi celah antara pundak dan kepala sehingga kepala dan leher bisa tersangga pada posisi yang netral," Ken Shannon, seorang terapis fisik dari Bringham and Woman's Hospital, Boston, menambahkan.
Setengah Duduk
Posisi ini sangat baik untuk wanita hamil dan mereka yang memiliki gangguan mendengkur parah. Posisi ini akan memperlancar saluran pernapasan.
Meski bukan posisi tidur yang disarankan, tidur dengan ganjalan bantal hinggung punggung juga menghindari sakit leher dan punggung, mencegah keriput, dan menjaga elastisitas payudara.
"Posisi ini melengkung sehingga membatasi pernapasan diafragma," kata Dody Chang, seorang ahli akupunktur berlisensi dari Center for Integrative Medicine di Greenwich Hospital, Connecticut.
Tengkurap
Ini dikata sebagai posisi tidur paling buruk. "Tidur dengan perut menempel di kasur membuat tulang belakang sulit mempertahankan posisi netral," kata Shannon.
Posisi tersebut juga akan memicu sakit leher karena kepala otomatis akan menghadap ke salah satu sisi dalam waktu cukup lama. "Tapi posisi ini sangat baik untuk mereka yang punya masalah mendengkur parah," kata Eric Olson, MD, direktur Mayo Clinic Center yang fokus menangani masalah tidur, di Rochester, Minnesota.
Nah, sobat. itulah tadi posisi tidur yang baik bagi kesehatan.
September 18, 2011
apakah anda benar mencintainya?
apakah benar kau mencintainya?
saat konsentrasimu terampas padanya, sementara dia tidak begitu memperhatikanmu...
saat apapun ingin kau berikan, dan kau tak bisa mengharap banyak balasannya...
saat rindumu padanya sulit terbendungkan, sementara kau tau dia tak begitu merindukanmu...
tika rindu rendammu telah menjatuhkan kristal di matamu, dan kau tau rindunya tidaklah sebesar itu atau bahkan tak ada..
bila senyumnya adalah pemandangan terindah...
jika diamnya adalah duka yang dalam...
pabila cerianya adalah obat dari setiap luka...
ketika jauhnya meranakan hati...
kalau sapanya melunturkan sakit, duka dan luka dari apa yang ia perbuat...
saat bahagiamu begitu membahana...
bila sakitmu begitu menusuk sukma..
namu kau tetap memikirkannya...
namun tetap kau ingin memberi...
namun tetap kau merindunya...
saat konsentrasimu terampas padanya, sementara dia tidak begitu memperhatikanmu...
saat apapun ingin kau berikan, dan kau tak bisa mengharap banyak balasannya...
saat rindumu padanya sulit terbendungkan, sementara kau tau dia tak begitu merindukanmu...
tika rindu rendammu telah menjatuhkan kristal di matamu, dan kau tau rindunya tidaklah sebesar itu atau bahkan tak ada..
bila senyumnya adalah pemandangan terindah...
jika diamnya adalah duka yang dalam...
pabila cerianya adalah obat dari setiap luka...
ketika jauhnya meranakan hati...
kalau sapanya melunturkan sakit, duka dan luka dari apa yang ia perbuat...
saat bahagiamu begitu membahana...
bila sakitmu begitu menusuk sukma..
namu kau tetap memikirkannya...
namun tetap kau ingin memberi...
namun tetap kau merindunya...
September 07, 2011
mengatasi Morning Sicknes (mual muntah) saat hami lmuda
• Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.
• Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll
• Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.
• Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.
• Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
• Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.
• Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.
• Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.
• Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)
• Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll
• Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.
• Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.
• Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
• Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.
• Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.
• Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.
• Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)
April 28, 2011
prend...ini nich Bahaya Teh Celup buat kita- kita anak kost!!:D
Apakah benar teh celup membahayakan kesehatan? Mengapa demikian? Ternyata penyebabnya lebih pada kemasannya, kantong kertas kecil berserat renggang yang ternyata mengandung chlorine, yang antara lain bisa menyebabkan kemandulan, keterbelakangan mental dan kanker! Untuk dapat lebih memahaminya, kita akan membahas perihal teh celup ini secara garis besar saja.
Di pasaran, ada 3 jenis teh yang biasa dijual; teh celup, teh daun atau teh serbuk seduh, dan teh bubuk instan. Masing-masing jenis teh bisa dipilih sesuai kebutuhan. Sebelum mengkonsumsinya, pastikan Tanggal Kedaluarsanya ! Teh Celup Bubuk teh yang dibungkus sejenis kertas berpori-pori halus yang tahan panas. Bagi Anda penggemar teh, pasti tahu teh celup.
Sangat modern dan praktis. Pastinya Anda sering minum teh karena paham akan manfaat teh bagi tubuh. Misalnya saja, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Saat hendak minum teh, apakah Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama? Jika ya, hati-hati. Mungkin Anda senang mencelupkan teh lama-lama karena berpikir semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh karena teh semakin pekat.
Asal mula teh celup
Anda minum teh? Teh celup atau teh tubruk? Sudah barang tentu dengan alasan kepraktisan, banyak orang yang lebih memilih teh celup.
Secara tidak sengaja teh celup ditemukan oleh Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, dia mengirim sample teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya. Dia menggunakan kantong sutra karena alasan ekonomis, kalau menggunakan kaleng, selain biaya pembuatannya lebih mahal, teh yang dikemas juga harus lebih banyak.
Pada awalnya para pelanggan Thomas bingung dengan kemasan baru ini. Mereka menganggap kemasan ini sama saja dengan teh yang dimasukkan dalam saringan metal, mereka langsung melemparkan begitu saja kemasan tersebut ke dalam air panas. Baru kemudian mereka menyadari bahwa ternyata kemasan tersebut cukup praktis untuk menyeduh teh secara langsung. Mereka menganggap ini lebih praktis karena tidak perlu membersihkan saringan teh atau teko. Selesai diseduh, kemasan berikut tehnya bisa langsung dibuang. Lama-kelamaan permintaan sample teh dalam kemasan makin banyak, dan pada akhirnya Thomas Sullivan menyadari bahwa ini bisa menjadi dagangan yang menguntungkan. Teh celupnya mulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1904, dan dengan cepat popularitasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, disadari pula, kemasan tersebut membawa problem sendiri: Kualitas aroma dan rasa. Daun teh, membutuhkan ruangan untuk mengembang, sehingga bisa mengeluarkan aroma dan rasa yang optimal. Solusinya adalah membuat kemasan lebih besar, dan daun teh yang digunakan ukurannya yang paling kecil. Ukuran ini dikenal dengan nama Fanning dan Dust yang merupakan tingkat terendah dari kualifikasi kualitas teh. Ukuran yang kecil menyebabkan zat tannin lebih cepat keluar, sehingga menimbulkan rasa pahit.
Bagaimanapun, aroma dan rasa terbaik akan keluar dari hasil seduhan loose tea atau teh tubruk. Jadi kalau anda memang ingin meningkatkan apresiasi anda terhadap teh, mulailah beralih ke loose tea. Dari segi kepraktisan, memang lebih repot. Tetapi ritual penyeduhan teh merupakan bagian dari seni teh itu sendiri. Dan jangan lupa untuk tidak membiarkan ampas teh tetap di dalam teko atau cangkir Anda.
Bahaya Chlorine
Hindari mencelupkan kantong teh terlalu lama, karena Anda tentu berpikir bahwa semakin lama Anda merendam teh celup itu dalam air panas, semakin banyak sari teh yang tertinggal dalam cangkir Anda. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Akan semakin banyak kandungan chlorine di kantong teh celup yang larut dalam teh Anda, apa lagi kalau Anda merendamnya lebih dari 3 menit.Dalam industri kertas, chlorine memang biasa digunakan sebagai bahan insektisida, disinfektan, pengawet, pembersih dan pemutih kertas, yang kemudian digunakan untuk membuat tissue, popok, kain dan sebagainya; juga sumpit kayu sekali pakai, oleh sebab itu di China, sumpit jenis ini dilarang digunakan
I. Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup
Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit. Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, sehingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena bersifat disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga
Di pasaran, ada 3 jenis teh yang biasa dijual; teh celup, teh daun atau teh serbuk seduh, dan teh bubuk instan. Masing-masing jenis teh bisa dipilih sesuai kebutuhan. Sebelum mengkonsumsinya, pastikan Tanggal Kedaluarsanya ! Teh Celup Bubuk teh yang dibungkus sejenis kertas berpori-pori halus yang tahan panas. Bagi Anda penggemar teh, pasti tahu teh celup.
Sangat modern dan praktis. Pastinya Anda sering minum teh karena paham akan manfaat teh bagi tubuh. Misalnya saja, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh. Saat hendak minum teh, apakah Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama? Jika ya, hati-hati. Mungkin Anda senang mencelupkan teh lama-lama karena berpikir semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh karena teh semakin pekat.
Asal mula teh celup
Anda minum teh? Teh celup atau teh tubruk? Sudah barang tentu dengan alasan kepraktisan, banyak orang yang lebih memilih teh celup.
Secara tidak sengaja teh celup ditemukan oleh Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, dia mengirim sample teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya. Dia menggunakan kantong sutra karena alasan ekonomis, kalau menggunakan kaleng, selain biaya pembuatannya lebih mahal, teh yang dikemas juga harus lebih banyak.
Pada awalnya para pelanggan Thomas bingung dengan kemasan baru ini. Mereka menganggap kemasan ini sama saja dengan teh yang dimasukkan dalam saringan metal, mereka langsung melemparkan begitu saja kemasan tersebut ke dalam air panas. Baru kemudian mereka menyadari bahwa ternyata kemasan tersebut cukup praktis untuk menyeduh teh secara langsung. Mereka menganggap ini lebih praktis karena tidak perlu membersihkan saringan teh atau teko. Selesai diseduh, kemasan berikut tehnya bisa langsung dibuang. Lama-kelamaan permintaan sample teh dalam kemasan makin banyak, dan pada akhirnya Thomas Sullivan menyadari bahwa ini bisa menjadi dagangan yang menguntungkan. Teh celupnya mulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1904, dan dengan cepat popularitasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, disadari pula, kemasan tersebut membawa problem sendiri: Kualitas aroma dan rasa. Daun teh, membutuhkan ruangan untuk mengembang, sehingga bisa mengeluarkan aroma dan rasa yang optimal. Solusinya adalah membuat kemasan lebih besar, dan daun teh yang digunakan ukurannya yang paling kecil. Ukuran ini dikenal dengan nama Fanning dan Dust yang merupakan tingkat terendah dari kualifikasi kualitas teh. Ukuran yang kecil menyebabkan zat tannin lebih cepat keluar, sehingga menimbulkan rasa pahit.
Bagaimanapun, aroma dan rasa terbaik akan keluar dari hasil seduhan loose tea atau teh tubruk. Jadi kalau anda memang ingin meningkatkan apresiasi anda terhadap teh, mulailah beralih ke loose tea. Dari segi kepraktisan, memang lebih repot. Tetapi ritual penyeduhan teh merupakan bagian dari seni teh itu sendiri. Dan jangan lupa untuk tidak membiarkan ampas teh tetap di dalam teko atau cangkir Anda.
Bahaya Chlorine
Hindari mencelupkan kantong teh terlalu lama, karena Anda tentu berpikir bahwa semakin lama Anda merendam teh celup itu dalam air panas, semakin banyak sari teh yang tertinggal dalam cangkir Anda. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Akan semakin banyak kandungan chlorine di kantong teh celup yang larut dalam teh Anda, apa lagi kalau Anda merendamnya lebih dari 3 menit.Dalam industri kertas, chlorine memang biasa digunakan sebagai bahan insektisida, disinfektan, pengawet, pembersih dan pemutih kertas, yang kemudian digunakan untuk membuat tissue, popok, kain dan sebagainya; juga sumpit kayu sekali pakai, oleh sebab itu di China, sumpit jenis ini dilarang digunakan
I. Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup
Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit. Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, sehingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena bersifat disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga
Maret 15, 2011
terapi sedekah..
Dalam keterangan sebuah Hadist diriwayatkan bahwa Rosululloh SAW. Bersabda, �Sucikanlah hartamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan sedekah, dan sambutlah gelombang musibah dengan do�a�. dari keterangan beberapa hadist dalam kitab Kanzul �Ummal dinyatakan bahwa orang yang sakit harus diobati dengan sedekah. Pengalaman telah menunjukkan dan membuktikan bahwa kebanyakan sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Di dalam sebuah hadist dinasihatkan, �Obatilah penyakit-penyakit dengan sedekah, karena sedekah menjauhkan kehinaan, menghalangi penyakit, membuka kesempatan untuk amalan baik dan
memanjangkan umur�
Melakukan kebaikan, termasuk dalam hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan. Melakukan kebaikan di sini bisa berupa sedekah, berbuat baik, dan memberikan sesuatu yang baik kepada sesama. Semua ini merupakan satu dari sekian banyak hal yang mampu menciptakan kedamaian di dalam dada. Orang-orang kikir adalah orang yang paling sesak dadanya dan sempit akhlaknya. Mereka adalah orang-orang yang kikir atas karunia Allah. Seandainya mereka sadar bahwa apa yang mereka berikan kepada orang lain akan mendatangkan kebahagiaan, niscaya mereka akan berebut untuk
memanjangkan umur�
Melakukan kebaikan, termasuk dalam hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan. Melakukan kebaikan di sini bisa berupa sedekah, berbuat baik, dan memberikan sesuatu yang baik kepada sesama. Semua ini merupakan satu dari sekian banyak hal yang mampu menciptakan kedamaian di dalam dada. Orang-orang kikir adalah orang yang paling sesak dadanya dan sempit akhlaknya. Mereka adalah orang-orang yang kikir atas karunia Allah. Seandainya mereka sadar bahwa apa yang mereka berikan kepada orang lain akan mendatangkan kebahagiaan, niscaya mereka akan berebut untuk
November 21, 2010
Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab
Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)
Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)
“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”
Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:
Menjaga kehormatan.
Membersihkan hati.
Melahirkan akhlaq yang mulia.
Tanda kesucian.
Menjaga rasa malu.
Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
Menjaga ghirah.
Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.
Kembalilah ke Rumahmu
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:
Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.
Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.
Wanita tidak berkewajiban berjihad.
Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.
Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:
Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.
Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.
Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.
Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.
Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah
Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.
Allah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:
Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
Berjalan dengan dibuat-buat.
Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.
Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita
Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)
Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.
Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.
Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:
Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.
Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.
Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.
Referensi:
Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid.
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)
Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)
“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”
Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:
Menjaga kehormatan.
Membersihkan hati.
Melahirkan akhlaq yang mulia.
Tanda kesucian.
Menjaga rasa malu.
Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
Menjaga ghirah.
Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.
Kembalilah ke Rumahmu
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:
Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.
Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.
Wanita tidak berkewajiban berjihad.
Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.
Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:
Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.
Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.
Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.
Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.
Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah
Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.
Allah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:
Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
Berjalan dengan dibuat-buat.
Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.
Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita
Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)
Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.
Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.
Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:
Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.
Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.
Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.
Referensi:
Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid.
Juni 12, 2010
imun
A. LATAR BELAKANG
Latar Belakang Sebuah novel 2009 virus influenza A (H1N1) bertanggung jawab atas pandemi influenza pertama dalam 41 tahun. Vaksin yang aman dan efektif diperlukan. Sebuah acak, pengamat-buta, paralel-kelompok sidang mengevaluasi dua dosis virus, dilemahkan-split 2009 H1N1 vaksin pada orang dewasa yang sehat berusia antara 18 dan 64 tahun adalah yang sedang berlangsung di satu situs di Australia.
Metode Kami dievaluasi imunogenisitas dan keamanan vaksin setelah masing-masing dua dosis dijadwalkan, diberikan 21 hari terpisah. Sebanyak 240 subyek, terbagi ke dalam dua kelompok umur (<50 tahun dan ≥ 50 tahun), telah terdaftar dan mengalami pengacakan untuk menerima baik 15 atau 30 ug ug antigen hemaglutinin dengan suntikan intramuskular. Kami mengukur titer antibodi menggunakan hemaglutinasi-hambatan dan tes microneutralization pada awal dan 21 hari setelah vaksinasi. Titik akhir coprimary imunogenisitas adalah proporsi subyek dengan titer antibodi 1:40 atau lebih pada uji hemaglutinasi-hambatan, proporsi mata pelajaran dengan baik serokonversi atau peningkatan yang signifikan pada titer antibodi, dan meningkatkan faktor di geometric mean titer.
Hasil Pada hari ke-21 setelah dosis pertama, titer antibodi dari 1:40 atau lebih yang diamati pada 114 dari 120 subyek (95,0%) yang menerima dosis 15 ug dan 106 dari 119 subyek (89,1%) yang menerima 30 - ug dosis. Hasil serupa terjadi setelah dosis kedua vaksin. Tidak ada kematian, efek samping yang serius, atau peristiwa yang merugikan kepentingan khusus dilaporkan. ketidaknyamanan lokal (misalnya, suntikan-situs nyeri atau sakit) dilaporkan oleh 56,3% subyek, dan gejala-gejala sistemik (misalnya, sakit kepala) dengan 53,8% dari subyek setelah dosis masing-masing. Hampir semua acara yang ringan sampai sedang.
B. ABSTRAK
Penyebaran global cepat novel 2009 influenza A (H1N1) virus (2009 H1N1) diminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tanggal 11 Juni 2009, untuk menyatakan pandemi influenza pertama di 41 years.1 Di belahan bumi selatan, 2009 infeksi H1N1 telah dominan selama influenza saat ini season.2 Di belahan bumi utara, kejadian infeksi H1N1 tahun 2009 telah meningkat secara substansial selama bagian awal musim influenza. Ketersediaan vaksin yang aman dan efektif merupakan komponen penting dari upaya untuk mencegah infeksi H1N1 2009 dan mengurangi efek keseluruhan dari pandemic.3, 4
Tak lama setelah identifikasi tahun 2009 H1N1, produsen vaksin influenza, dalam hubungannya dengan peraturan kesehatan publik dan lembaga, mulai mengembangkan 2009 H1N1 vaccine.5 Rasa mendesak terutama terkenal di belahan bumi selatan, di mana waktu pandemi bertepatan dengan musim dingin. Idealnya, uji klinis yang diperlukan untuk membuat keselamatan dan efek negatif-profil dari vaksin baru dan untuk mengkonfirmasi dosis optimal dan regimen.6
Kami melakukan uji klinis pada orang dewasa yang sehat untuk memeriksa imunogenisitas, keselamatan, dan tolerabilitas dua dosis yang berbeda dari virus, monovalen-split 2009 vaksin H1N1 influenza (H1N1 vaksin). Vaksin ini dibuat dengan prosedur yang sama yang telah digunakan untuk produksi vaksin dilemahkan musiman perusahaan trivalen. Kami memeriksa rejimen dua dosis 15 ug baik atau 30 ug antigen hemaglutinin, karena ada ketidakpastian apakah konten antigen yang lebih tinggi atau serangkaian dua-dosis mungkin diperlukan untuk menghasilkan respon imun yang memuaskan. Kami terdaftar jumlah yang sama subyek usia 50 tahun atau lebih dan di bawah usia 50 tahun untuk mengeksplorasi perbedaan yang berhubungan dengan usia potensial dalam respon imun yang mungkin timbul dari pemaparan sebelumnya untuk H1N1 virus yang mengungsi dari peredaran oleh subtipe H2N2 di 1957 -1.958 influenza pandemic.7
Dalam pandemi saat ini, berbagi cepat temuan klinis-sidang penting, karena data tersebut dapat membantu dalam perencanaan program vaksinasi nasional. Sebelumnya, kami mempresentasikan hasil dalam sebuah laporan pendahuluan (tersedia di NEJM.org) dari studi berkelanjutan Australia kami pada orang dewasa yang sehat setelah vaksinasi pertama dari dua dijadwalkan. Laporan ini mencakup hasil yang tersedia untuk tanggal setelah vaksinasi kedua.
C. PEMBAHASAN
a. desain study
Fase 2, prospektif, acak, pengamat-buta, paralel-kelompok uji klinis dilakukan di satu situs di Adelaide, Australia (Cmaks, sebuah divisi dari Institut Teknologi Obat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi imunogenisitas dan keamanan dua dosis berbeda dari vaksin H1N1 pada orang dewasa yang sehat berusia antara 18 dan 64 tahun di sebuah rejimen dua dosis. Semua subyek diberikan informed consent tertulis.
Kode pengacakan itu disusun oleh seorang ahli statistik, yang dipekerjakan oleh CSL Limited, dengan menggunakan perangkat lunak SAS (versi 9.1.3) dan JMP (versi 8.0.1) (SAS Institute); pengacakan permuted-blok digunakan. Kode pengacakan diberikan kepada administrator vaksin, yang menyadari tugas studi-kelompok, sebagai daftar dalam amplop tertutup, meskipun semua mata pelajaran dan peneliti tidak menyadari tugas tersebut.
Studi ini disetujui oleh Bellberry Komite Etika Penelitian Manusia (Adelaide, Australia) dan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Deklarasi Helsinki, standar Good Clinical Practice (sebagaimana didefinisikan oleh Konferensi Internasional mengenai Harmonisasi), dan Australia peraturan persyaratan. Semua penulis berkontribusi dengan isi naskah itu, memiliki akses penuh ke semua data penelitian, dan menjamin kelengkapan dan keakuratan data.
b. vaksin
Vaksin H1N1, sebuah, monovalen unadjuvanted, dilemahkan, split-virus vaksin, diproduksi oleh CSL Biotherapies (Parkville, Australia). Virus benih disiapkan dari vaksin virus reassortant NYMC X-179A (New York Medical College, New York), berasal dari A/California/7/2009 (H1N1) virus, salah satu calon vaksin virus reassortant direkomendasikan oleh WHO .8,9 vaksin ini disusun dalam telur ayam berembrio dengan teknik standar yang sama yang digunakan untuk produksi musiman vaccine10 dilemahkan trivalen dan disajikan dalam botol multidose 10-ml dengan thimerosal ditambahkan sebagai konsentrasi (pengawet akhir, berat 0,01% per volume). Dua dosis adalah 15 ug antigen hemaglutinin per dosis 0,25 ml dan 30 ug antigen hemaglutinin per dosis 0,5 ml.
c.penilaian keselamatn
Kami diminta mengumpulkan laporan kejadian buruk lokal dan sistemik, menggunakan kartu buku harian 7-hari. laporan kejadian buruk yang tidak diminta dikumpulkan dalam kartu buku harian 21 hari. Semua diminta efek samping lokal dianggap berkaitan dengan vaksin H1N1, sedangkan penyidik menilai kausalitas yang diminta efek samping sistemik dan yang tidak diminta. Subjek menggunakan skala dampak buruk standar untuk kelas (Tabel 1 dan 2 di Lampiran Tambahan).
Karena baru dari strain H1N1 pandemi, kita prospektif mengumpulkan data yang berkaitan dengan terjadinya peristiwa yang merugikan pilih dari minat khusus. Kejadian-kejadian ini termasuk beberapa neurologis (misalnya, sindrom Guillain-Barré), sistem kekebalan tubuh, dan gangguan lainnya. Setiap peristiwa yang merugikan kepentingan khusus atau adverse event serius harus dilaporkan dalam waktu 24 jam.
Sebuah komite keselamatan-review dipantau keselamatan penelitian. aturan Menghentikan berada di tempat selama 7 hari setelah vaksinasi tetapi tidak bertemu.
Penilaian seperti Penyakit Influenza
Subyek yang dilaporkan memiliki penyakit influenza seperti diminta untuk menyediakan spesimen usapan hidung dan tenggorokan untuk uji virologi. Sebuah penyakit influenza seperti didefinisikan sebagai suhu oral lebih dari 38 ° C (100,4 ° F) atau riwayat demam atau kedinginan dan setidaknya satu gejala influenza.
d.Laboratorium uji
Anti-influenza titer antibodi diukur saat pendaftaran dan 21 hari setelah vaksinasi masing-masing. Imunogenisitas vaksin H1N1 telah dievaluasi dengan menggunakan hemaglutinasi-hambatan dan tes microneutralization dengan metode yang telah dijelaskan previously11, 12 (untuk rincian, lihat Lampiran Tambahan, tersedia dengan teks penuh artikel ini di NEJM.org). Virologi pengujian dan hidung-tenggorokan-swab spesimen dilakukan dengan menggunakan protokol dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan untuk assay reverse-transcriptase-polymerase-chain-reaksi real-time untuk 2009 H1N1 virus.13 Semua tes laboratorium dilakukan oleh Fokus Diagnostics.
D.HASIL
Study subjek
Dari 22 Juli - 26 Juli 2009, kami mendaftar 240 subyek, yang menjalani pengacakan (Tabel 1 dan Gambar 1). Semua subyek menerima dosis vaksin H1N1 dan termasuk dalam populasi keselamatan. Meskipun semua mata pelajaran yang disediakan 240 sampel darah sebelum dan setelah dosis pertama vaksin, 1 subjek pada kelompok dosis 30 ug dites positif untuk 2009 H1N1 influenza 8 hari setelah vaksinasi pertama dan dikeluarkan dari semua analisis imunogenisitas; sehingga analisis imunogenisitas setelah vaksinasi pertama adalah subyek 239. Dari 240 subjek, 1 subjek menolak vaksinasi kedua, sehingga 239 dari 240 subyek menerima dosis kedua vaksin. Dari 239 subyek yang menerima dosis kedua, 6 mata pelajaran tidak dilibatkan karena mereka tidak memberikan sampel darah, dan subyek yang dites positif untuk 2009 H1N1 influenza 8 hari setelah dosis pertama juga dikeluarkan, sehingga 232 subjek yang termasuk dalam imunogenisitas analisis. Penarikan tunggal dari penelitian ini tidak terkait dengan suatu peristiwa yang merugikan. Dari 240 subyek, 45,0% dilaporkan mengalami menerima vaksin Belahan Selatan 2009 dilemahkan musiman trivalen. Proporsi mata pelajaran yang menerima vaksin 2009 musiman tidak berbeda antara kelompok umur (P = 0,24 dengan uji eksak Fisher).
E. IMPLIKASI KEPERAWATAN
F. DAFTAR PUSTAKA
• DG statement following the meeting of the Emergency Committee. Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/disease/swineflu/4th_meeting_ihr/en/index.html.)
• Pandemic (H1N1) 2009 — update 63. Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/don/2009_08_28/en/index.html.)
• Fiore AE, Shay DK, Broder K, et al. Prevention and control of seasonal influenza with vaccines: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), 2009. MMWR Recomm Rep 2009;58:1-52. [Erratum, MMWR Recomm Rep 2009;58:896-7.] [Medline]
• President's Council of Advisors on Science and Technology. Report to the president on U.S. preparations for 2009-H1N1 influenza. Washington, DC: White House, August 7, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.whitehouse.gov/assets/documents/PCAST_H1N1_Report.pdf.)
• Kuehn BM. H1N1 vaccine. JAMA 2009;302:375-375. [Free Full Text]
• Mathematical modelling of the pandemic H1N1 2009. Wkly Epidemiol Rec 2009;84:341-348. [Medline]
• Henderson DA, Courtney B, Inglesby TV, Toner E, Nuzzo JB. Public health and medical responses to the 1957-58 influenza pandemic. Biosecur Bioterror 2009;7:265-273. [Web of Science][Medline]
• World Health Organization. Availability of a candidate reassortant vaccine virus for the novel influenza A (H1N1) vaccine development. June 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/ivr153_20090608_en.pdf.)
• Idem. Summary of available candidate vaccine viruses for development of pandemic (H1N1) 2009 virus vaccines. 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/summary_candidate_vaccine.pdf.)
• Talbot HK, Keitel W, Cate TR, et al. Immunogenicity, safety and consistency of new trivalent inactivated influenza vaccine. Vaccine 2008;26:4057-4061. [CrossRef][Web of Science][Medline]
• Kendal AP, Pereira MS, Skehel JJ, eds. Concepts and procedures for laboratory-based influenza surveillance. Atlanta: Centers for Disease Control, 1982.
• Rowe T, Abernathy RA, Hu-Primmer J, et al. Detection of antibody to avian influenza A (H5N1) virus in human serum by using a combination of serologic assays. J Clin Microbiol 1999;37:937-943. [Free Full Text]
• CDC protocol of realtime RTPCR for influenza A (H1N1). (CDC reference no. I-007-05.) Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/CDCRealtimeRTPCR_SwineH1Assay-2009_20090430.pdf.)
• Committee for Proprietary Medicinal Products. Note for Guidance on Harmonisation of Requirements for Influenza Vaccines. London: European Medicines Agency, 1996. (Publication no. CPMP/BWP/214/96.) (Accessed November 30, 2009, at http://www.emea.europa.eu/pdfs/human/bwp/021496en.pdf.)
http://www.google.co.id/search?hl=id&tbo=u&tbs=bks:1&source=og&sa=N&tab=Tp&q=Response%20to%20a%20Monovalent%202009%20Influenza
http://books.google.co.id/books?id=uOE-3atWZssC&pg=PA215&dq=Response+to+a+Monovalent+2009+Influenza&hl=id&ei=FFAUTI6AD9KxrAfa-4j7Bw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCUQ6AEwAA#v=onepage&q&f=false
Latar Belakang Sebuah novel 2009 virus influenza A (H1N1) bertanggung jawab atas pandemi influenza pertama dalam 41 tahun. Vaksin yang aman dan efektif diperlukan. Sebuah acak, pengamat-buta, paralel-kelompok sidang mengevaluasi dua dosis virus, dilemahkan-split 2009 H1N1 vaksin pada orang dewasa yang sehat berusia antara 18 dan 64 tahun adalah yang sedang berlangsung di satu situs di Australia.
Metode Kami dievaluasi imunogenisitas dan keamanan vaksin setelah masing-masing dua dosis dijadwalkan, diberikan 21 hari terpisah. Sebanyak 240 subyek, terbagi ke dalam dua kelompok umur (<50 tahun dan ≥ 50 tahun), telah terdaftar dan mengalami pengacakan untuk menerima baik 15 atau 30 ug ug antigen hemaglutinin dengan suntikan intramuskular. Kami mengukur titer antibodi menggunakan hemaglutinasi-hambatan dan tes microneutralization pada awal dan 21 hari setelah vaksinasi. Titik akhir coprimary imunogenisitas adalah proporsi subyek dengan titer antibodi 1:40 atau lebih pada uji hemaglutinasi-hambatan, proporsi mata pelajaran dengan baik serokonversi atau peningkatan yang signifikan pada titer antibodi, dan meningkatkan faktor di geometric mean titer.
Hasil Pada hari ke-21 setelah dosis pertama, titer antibodi dari 1:40 atau lebih yang diamati pada 114 dari 120 subyek (95,0%) yang menerima dosis 15 ug dan 106 dari 119 subyek (89,1%) yang menerima 30 - ug dosis. Hasil serupa terjadi setelah dosis kedua vaksin. Tidak ada kematian, efek samping yang serius, atau peristiwa yang merugikan kepentingan khusus dilaporkan. ketidaknyamanan lokal (misalnya, suntikan-situs nyeri atau sakit) dilaporkan oleh 56,3% subyek, dan gejala-gejala sistemik (misalnya, sakit kepala) dengan 53,8% dari subyek setelah dosis masing-masing. Hampir semua acara yang ringan sampai sedang.
B. ABSTRAK
Penyebaran global cepat novel 2009 influenza A (H1N1) virus (2009 H1N1) diminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tanggal 11 Juni 2009, untuk menyatakan pandemi influenza pertama di 41 years.1 Di belahan bumi selatan, 2009 infeksi H1N1 telah dominan selama influenza saat ini season.2 Di belahan bumi utara, kejadian infeksi H1N1 tahun 2009 telah meningkat secara substansial selama bagian awal musim influenza. Ketersediaan vaksin yang aman dan efektif merupakan komponen penting dari upaya untuk mencegah infeksi H1N1 2009 dan mengurangi efek keseluruhan dari pandemic.3, 4
Tak lama setelah identifikasi tahun 2009 H1N1, produsen vaksin influenza, dalam hubungannya dengan peraturan kesehatan publik dan lembaga, mulai mengembangkan 2009 H1N1 vaccine.5 Rasa mendesak terutama terkenal di belahan bumi selatan, di mana waktu pandemi bertepatan dengan musim dingin. Idealnya, uji klinis yang diperlukan untuk membuat keselamatan dan efek negatif-profil dari vaksin baru dan untuk mengkonfirmasi dosis optimal dan regimen.6
Kami melakukan uji klinis pada orang dewasa yang sehat untuk memeriksa imunogenisitas, keselamatan, dan tolerabilitas dua dosis yang berbeda dari virus, monovalen-split 2009 vaksin H1N1 influenza (H1N1 vaksin). Vaksin ini dibuat dengan prosedur yang sama yang telah digunakan untuk produksi vaksin dilemahkan musiman perusahaan trivalen. Kami memeriksa rejimen dua dosis 15 ug baik atau 30 ug antigen hemaglutinin, karena ada ketidakpastian apakah konten antigen yang lebih tinggi atau serangkaian dua-dosis mungkin diperlukan untuk menghasilkan respon imun yang memuaskan. Kami terdaftar jumlah yang sama subyek usia 50 tahun atau lebih dan di bawah usia 50 tahun untuk mengeksplorasi perbedaan yang berhubungan dengan usia potensial dalam respon imun yang mungkin timbul dari pemaparan sebelumnya untuk H1N1 virus yang mengungsi dari peredaran oleh subtipe H2N2 di 1957 -1.958 influenza pandemic.7
Dalam pandemi saat ini, berbagi cepat temuan klinis-sidang penting, karena data tersebut dapat membantu dalam perencanaan program vaksinasi nasional. Sebelumnya, kami mempresentasikan hasil dalam sebuah laporan pendahuluan (tersedia di NEJM.org) dari studi berkelanjutan Australia kami pada orang dewasa yang sehat setelah vaksinasi pertama dari dua dijadwalkan. Laporan ini mencakup hasil yang tersedia untuk tanggal setelah vaksinasi kedua.
C. PEMBAHASAN
a. desain study
Fase 2, prospektif, acak, pengamat-buta, paralel-kelompok uji klinis dilakukan di satu situs di Adelaide, Australia (Cmaks, sebuah divisi dari Institut Teknologi Obat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi imunogenisitas dan keamanan dua dosis berbeda dari vaksin H1N1 pada orang dewasa yang sehat berusia antara 18 dan 64 tahun di sebuah rejimen dua dosis. Semua subyek diberikan informed consent tertulis.
Kode pengacakan itu disusun oleh seorang ahli statistik, yang dipekerjakan oleh CSL Limited, dengan menggunakan perangkat lunak SAS (versi 9.1.3) dan JMP (versi 8.0.1) (SAS Institute); pengacakan permuted-blok digunakan. Kode pengacakan diberikan kepada administrator vaksin, yang menyadari tugas studi-kelompok, sebagai daftar dalam amplop tertutup, meskipun semua mata pelajaran dan peneliti tidak menyadari tugas tersebut.
Studi ini disetujui oleh Bellberry Komite Etika Penelitian Manusia (Adelaide, Australia) dan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Deklarasi Helsinki, standar Good Clinical Practice (sebagaimana didefinisikan oleh Konferensi Internasional mengenai Harmonisasi), dan Australia peraturan persyaratan. Semua penulis berkontribusi dengan isi naskah itu, memiliki akses penuh ke semua data penelitian, dan menjamin kelengkapan dan keakuratan data.
b. vaksin
Vaksin H1N1, sebuah, monovalen unadjuvanted, dilemahkan, split-virus vaksin, diproduksi oleh CSL Biotherapies (Parkville, Australia). Virus benih disiapkan dari vaksin virus reassortant NYMC X-179A (New York Medical College, New York), berasal dari A/California/7/2009 (H1N1) virus, salah satu calon vaksin virus reassortant direkomendasikan oleh WHO .8,9 vaksin ini disusun dalam telur ayam berembrio dengan teknik standar yang sama yang digunakan untuk produksi musiman vaccine10 dilemahkan trivalen dan disajikan dalam botol multidose 10-ml dengan thimerosal ditambahkan sebagai konsentrasi (pengawet akhir, berat 0,01% per volume). Dua dosis adalah 15 ug antigen hemaglutinin per dosis 0,25 ml dan 30 ug antigen hemaglutinin per dosis 0,5 ml.
c.penilaian keselamatn
Kami diminta mengumpulkan laporan kejadian buruk lokal dan sistemik, menggunakan kartu buku harian 7-hari. laporan kejadian buruk yang tidak diminta dikumpulkan dalam kartu buku harian 21 hari. Semua diminta efek samping lokal dianggap berkaitan dengan vaksin H1N1, sedangkan penyidik menilai kausalitas yang diminta efek samping sistemik dan yang tidak diminta. Subjek menggunakan skala dampak buruk standar untuk kelas (Tabel 1 dan 2 di Lampiran Tambahan).
Karena baru dari strain H1N1 pandemi, kita prospektif mengumpulkan data yang berkaitan dengan terjadinya peristiwa yang merugikan pilih dari minat khusus. Kejadian-kejadian ini termasuk beberapa neurologis (misalnya, sindrom Guillain-Barré), sistem kekebalan tubuh, dan gangguan lainnya. Setiap peristiwa yang merugikan kepentingan khusus atau adverse event serius harus dilaporkan dalam waktu 24 jam.
Sebuah komite keselamatan-review dipantau keselamatan penelitian. aturan Menghentikan berada di tempat selama 7 hari setelah vaksinasi tetapi tidak bertemu.
Penilaian seperti Penyakit Influenza
Subyek yang dilaporkan memiliki penyakit influenza seperti diminta untuk menyediakan spesimen usapan hidung dan tenggorokan untuk uji virologi. Sebuah penyakit influenza seperti didefinisikan sebagai suhu oral lebih dari 38 ° C (100,4 ° F) atau riwayat demam atau kedinginan dan setidaknya satu gejala influenza.
d.Laboratorium uji
Anti-influenza titer antibodi diukur saat pendaftaran dan 21 hari setelah vaksinasi masing-masing. Imunogenisitas vaksin H1N1 telah dievaluasi dengan menggunakan hemaglutinasi-hambatan dan tes microneutralization dengan metode yang telah dijelaskan previously11, 12 (untuk rincian, lihat Lampiran Tambahan, tersedia dengan teks penuh artikel ini di NEJM.org). Virologi pengujian dan hidung-tenggorokan-swab spesimen dilakukan dengan menggunakan protokol dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan untuk assay reverse-transcriptase-polymerase-chain-reaksi real-time untuk 2009 H1N1 virus.13 Semua tes laboratorium dilakukan oleh Fokus Diagnostics.
D.HASIL
Study subjek
Dari 22 Juli - 26 Juli 2009, kami mendaftar 240 subyek, yang menjalani pengacakan (Tabel 1 dan Gambar 1). Semua subyek menerima dosis vaksin H1N1 dan termasuk dalam populasi keselamatan. Meskipun semua mata pelajaran yang disediakan 240 sampel darah sebelum dan setelah dosis pertama vaksin, 1 subjek pada kelompok dosis 30 ug dites positif untuk 2009 H1N1 influenza 8 hari setelah vaksinasi pertama dan dikeluarkan dari semua analisis imunogenisitas; sehingga analisis imunogenisitas setelah vaksinasi pertama adalah subyek 239. Dari 240 subjek, 1 subjek menolak vaksinasi kedua, sehingga 239 dari 240 subyek menerima dosis kedua vaksin. Dari 239 subyek yang menerima dosis kedua, 6 mata pelajaran tidak dilibatkan karena mereka tidak memberikan sampel darah, dan subyek yang dites positif untuk 2009 H1N1 influenza 8 hari setelah dosis pertama juga dikeluarkan, sehingga 232 subjek yang termasuk dalam imunogenisitas analisis. Penarikan tunggal dari penelitian ini tidak terkait dengan suatu peristiwa yang merugikan. Dari 240 subyek, 45,0% dilaporkan mengalami menerima vaksin Belahan Selatan 2009 dilemahkan musiman trivalen. Proporsi mata pelajaran yang menerima vaksin 2009 musiman tidak berbeda antara kelompok umur (P = 0,24 dengan uji eksak Fisher).
E. IMPLIKASI KEPERAWATAN
F. DAFTAR PUSTAKA
• DG statement following the meeting of the Emergency Committee. Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/disease/swineflu/4th_meeting_ihr/en/index.html.)
• Pandemic (H1N1) 2009 — update 63. Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/don/2009_08_28/en/index.html.)
• Fiore AE, Shay DK, Broder K, et al. Prevention and control of seasonal influenza with vaccines: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), 2009. MMWR Recomm Rep 2009;58:1-52. [Erratum, MMWR Recomm Rep 2009;58:896-7.] [Medline]
• President's Council of Advisors on Science and Technology. Report to the president on U.S. preparations for 2009-H1N1 influenza. Washington, DC: White House, August 7, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.whitehouse.gov/assets/documents/PCAST_H1N1_Report.pdf.)
• Kuehn BM. H1N1 vaccine. JAMA 2009;302:375-375. [Free Full Text]
• Mathematical modelling of the pandemic H1N1 2009. Wkly Epidemiol Rec 2009;84:341-348. [Medline]
• Henderson DA, Courtney B, Inglesby TV, Toner E, Nuzzo JB. Public health and medical responses to the 1957-58 influenza pandemic. Biosecur Bioterror 2009;7:265-273. [Web of Science][Medline]
• World Health Organization. Availability of a candidate reassortant vaccine virus for the novel influenza A (H1N1) vaccine development. June 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/ivr153_20090608_en.pdf.)
• Idem. Summary of available candidate vaccine viruses for development of pandemic (H1N1) 2009 virus vaccines. 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/summary_candidate_vaccine.pdf.)
• Talbot HK, Keitel W, Cate TR, et al. Immunogenicity, safety and consistency of new trivalent inactivated influenza vaccine. Vaccine 2008;26:4057-4061. [CrossRef][Web of Science][Medline]
• Kendal AP, Pereira MS, Skehel JJ, eds. Concepts and procedures for laboratory-based influenza surveillance. Atlanta: Centers for Disease Control, 1982.
• Rowe T, Abernathy RA, Hu-Primmer J, et al. Detection of antibody to avian influenza A (H5N1) virus in human serum by using a combination of serologic assays. J Clin Microbiol 1999;37:937-943. [Free Full Text]
• CDC protocol of realtime RTPCR for influenza A (H1N1). (CDC reference no. I-007-05.) Geneva: World Health Organization, 2009. (Accessed November 30, 2009, at http://www.who.int/csr/resources/publications/swineflu/CDCRealtimeRTPCR_SwineH1Assay-2009_20090430.pdf.)
• Committee for Proprietary Medicinal Products. Note for Guidance on Harmonisation of Requirements for Influenza Vaccines. London: European Medicines Agency, 1996. (Publication no. CPMP/BWP/214/96.) (Accessed November 30, 2009, at http://www.emea.europa.eu/pdfs/human/bwp/021496en.pdf.)
http://www.google.co.id/search?hl=id&tbo=u&tbs=bks:1&source=og&sa=N&tab=Tp&q=Response%20to%20a%20Monovalent%202009%20Influenza
http://books.google.co.id/books?id=uOE-3atWZssC&pg=PA215&dq=Response+to+a+Monovalent+2009+Influenza&hl=id&ei=FFAUTI6AD9KxrAfa-4j7Bw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCUQ6AEwAA#v=onepage&q&f=false
Langganan:
Postingan (Atom)
